Ternyata Smartphone Bisa Murah

Biaya total pembuatan iPhone 5 ternyata tak sampai 200 dolar (sekitar Rp 2,3 juta). Tapi begitu sampai di toko, harganya bisa menembus angka Rp 8-9 jutaan. Samsung Galaxy S5 kabarnya hanya butuh ongkos pembuatan (sudah termasuk biaya rakit) sekitar Rp 2,9 juta. Dan, sebelum Anda tebus, nilainya sebesar Rp 8,5 juta. Benar, biaya promosi, penjualan dan sebagainya belum dihitung. Biaya tadi atau biasa disebut Bill of Material (BoM) masih murni.

Beban biaya iklan dan seterusnya, termasuk ongkos kirim, menanti berikutnya dan besarnya amat bervariasi. Tetapi katakan perlu 100 persen atau dua kali lipat dari biaya produksi per unit, cover price pun tak sampai angka yang keluar di toko. Jelas, margin yang diperoleh pemilik brand atau manufaktur sangat besar.

Apple bilang, jangan lupa ada hak paten atas aplikasi dan software yang juga dihitung. Tapi apa iya kemudian harus menentukan harga hingga empat kali lipat dari BoM? Kebijakan harga memang tergantung kepada pemilik brand. Demikian halnya dengan penentuan harga jual ketika sampai di tangan retail. Bahwa sekarang kita tahu, bisnis perangkat (dengan melihat perbandingan antara biaya produksi dan harga jual) ternyata sangat teramat menggiurkan. Maka yang dikemas oleh pemilik brand adalah produk berteknologi tinggi yang dilengkapi ­tur dan komponen terbaik, serta identik dengan harga tinggi.

Baca Juga : Download Game PPSSPP

Tentu saja agar citra brand terjaga khususnya di segmen premium. Tapi tak semua ingin menguasai pasar yang sama. Bahkan di kelompok menengah ternyata memberi peluang lebih terbuka lagi. Di sini preferensi brand kadang tak sepenting high class apalagi premium class. Kembali ke fakta BoM yang ternyata bisa ditekan sampai di bawah 150 dollar, ini membuat gairah baru. Sejumlah produsen membuat kebijakan harga yang terjangkau. Yaitu di kisaran Rp 2 jutaan untuk ponsel jenis highend. Tapi dengan catatan semua manufaktur dilakukan di Tiongkok.

Di India bisa, tetapi secara geografi­s negeri ini terlalu jauh dari pasar strategis. Selain teknologi yang belum selevel Tiongkok. Maka Asus menantang dengan harga Rp 2 juta utuk Zenfone 5. BlackBerry merangsek dengan harga 2,1 juta buat Z3. Motorola menceploskan Moto G diangka di bawah 2 juta buat versi 8 GB memory ‑ash. Belum lagi Huawei dan Lenovo yang kabarnya siap bertarung di kelompok ini. Bahkan Nokia tak mau ambil margin besar untuk seri OS Nokia X-nya.

Semua berjenis smartphone, dan sekarang fakta membalikkan hipotesa bahwa smartphone brand internasional cenderung di atas 3 juta rupiah. Xiaomi pun akan hadir Agustus nanti dengan harga di kisaran angka ini. Tanpa harus takut rugi bandar. Sebab, dari biaya materialnya saja seri Xiaomi Red yang dijual Rp 2 jutaan, hanya butuh modal duit Rp 970 ribuan alias tak sampai 1 juta perak. Jadi biaya apa lagi ya yang bikin Samsung atau iPhone berani lipatgandakan harga sedemikian besar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *